Kehidupan di sekolah seharusnya menyenangkan bagi para penghuninya, yaitu murid, guru, termasuk orang tua murid. Sekolah hakikatnya merupakan sebuah tempat dimana semua bisa belajar mendapatkan lebih banyak ilmu dari sebelumnya. Ilmu bisa dibagikan dan didapatkan dengan cara apa saja. Tidak hanya melalui buku-buku atau penjelasan teori dari guru, tapi juga dari eksperimen dan pengalaman.
“Learning through experience,” dipercaya dapat memberikan nilai atau pengetahuan yang lebih kuat daripada sekedar membaca buku atau mendengarkan guru di depan kelas. Dari sini, siswa dapat lebih banyak melihat, mendengar [sendiri], bahkan ‘merasakan’ ilmu pengetahuan yang sedang dipelajari.
Film SEKOLAHKU, RUMAHKU
menyajikan kenyataan lain yang mungkin terjadi di lingkungan yang biasa kita
sebut sekolah. Sekolah merupakan tempat menyenangkan yang dituju oleh setiap
siswa, karena disanalah mereka benar-benar dapat berekplorasi dengan mudah
untuk mengerti ilmu yang sedang mereka pelajari. Para pengajar tidak hanya
memiliki tanggung jawab sebagai ‘pengajar’ tetapi juga sebagai ‘pendidik’ yang
tangguh dan penuh pengabdian.
Sebuah Sekolah Dasar di
Solo, memiliki murid dari berbagai latar belakang. Mulai dari anak tukang becak
& buruh cuci, anak penyanyi dangdut, sampai anak seorang wanita karier.
Ketika mereka tiba di sekolah, mereka akan menjadi sama, yaitu anak-anak yang
berhak memperoleh pendidikan. Ilmu diberikan melalui banyak cara, misalnya,
siswa diminta mengobservasi secara langsung tentang proses pengolahan sampah
dari rumah mereka hingga ke TPA [Tempat Pembuangan Akhir], atau siswa langsung
menuju pasar terdekat untuk melihat apa saja yang dapat mereka temukan di
sebuah pasar tradisional. Mereka diperbolehkan untuk memegang, mengeksplorasi
apa yang ada di hadapan mereka.
Setting ruang kelas pun
tidak seperti ruang kelas yang kita ketahui pada umumnya [atau ruang kelas
jaman saya SD dulu]. Tempat duduk dan meja dibentuk menyerupai huruf U,
sehingga setiap siswa dapat melihat teman-teman dan gurunya dengan jelas.
Bagi saya, menyaksikan
film ini merupakan pendidikan buat saya. Mengapa? Karena saya bisa belajar
bagaimana hendaknya saya menjadi guru yang baik, menjadi orang tua yang baik,
menjadi teman yang baik, dan menjadi masyarakat yang baik.
Ketika Fitri
mengutarakan keberatannya kepada guru kelasnya, Ibu Niken, mengenai pembagian
kelompok yang memberatkannya, Ibu Niken membantu dengan bijaksana. Ia mempersilakan
Fitri untuk membicarakan keberatannya itu pada kawan-kawannya. Ia menjadikan
Fitri tetap sebagai subyek dalam pemecahan masalah. Ia mempercayai Fitri dapat
berdiskusi dan mendapatkan solusi yang terbaik. Walaupun akhirnya Fitri tetap
berkelompok dengan teman yang sama, namun dari sini Fitri belajar untuk bisa
berhadapan dengan permasalahannya sendiri.
Juga ketika Fitri harus
mengembalikan buku Iwan, kawan sekelasnya. Ia tidak tahu rumah Iwan. Ia meminta
bantuan dari Ibu Dewi. Guru Bahasa Inggris ini pun tidak lantas membuatnya lega
dengan mengambil alih tanggung jawab Fitri untuk mengembalikan buku Iwan, ia
memilih untuk membantu Fitri mencari rumah Iwan. Dalam proses pencarian pun, ia
tidak menempatkan diri sebagai guru, namun ia sebagai teman yang rela menolong.
Ia membiarkan Fitri bertanya kepada masyarakat sekitar dan menemaninya hingga
Fitri menemukan rumah Iwan.
Dari hal ini saya
melihat peran pengajar yang cukup kompleks, namun penting. Pengajar tidak hanya
berdiri di depan kelas menyampaikan teori, tetapi juga merupakan ‘pendidik’
yang dapat menempatkan dirinya dengan tepat. Memberikan teladan dengan sikap
dan tindakan. Apa yang terjadi pada Fitri di atas, mengajaknya untuk berproses
bersama menyelesaikan konflik atau permasalahan, akan memberikan pelajaran
kehidupan penting baginya.
Menjadi orang tua pun
tidak bisa dikatakan mudah. Dalam film ini jelas terlihat peran orang tua murid
yang sangat signifikan. Sekolah dan Orang Tua, hendaknya seiring sejalan.
Sekolah tidak dapat menjalankan sistem pembelajarannya sendiri tanpa dukungan
dari pihak Orang Tua. Jadi, jangan berharap anak-anak kita bisa menjadi cerdas
dan pandai tanpa kerjasama ini. Walau bagaimana pun anak-anak menghabiskan
lebih banyak waktu di lingkungan keluarga, bukan di sekolah. Jadi, ketika para
orang tua berharap sekolah dapat menjadikan anak mereka menjadi pilot atau
dokter di masa depan, itu adalah anggapan yang salah. Yang benar adalah sekolah
dan orang tua dapat menjadikan anak mereka menjadi pilot atau dokter masa
depan.
Ada proverb Afrika yang
selalu saya ingat, “It takes the whole village to raise a child,” yang juga
merupakan judul buku Hillary Clinton tentang pendidikan anak-anak yang
seharusnya di jalankan. Film ini sangat mengingatkan saya pada proverb
tersebut. Memang, pendidikan seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak.
Bahkan penjual ikan di pasar tradisional pun sebaiknya bisa menjelaskan apa
saja yang mereka dagangkan ketika ada yang bertanya pada mereka.
Scene-scene pendek,
banyaknya karakter, mungkin ini akan membuat penonton cilik agak sulit
mengikuti alur cerita. Konflik yang ditampilkan pada cerita ini juga terasa
datar dan kurang menggigit. Menurut saya, mungkin perlu ditambahkan konflik
antara teman sekelas, atau teman satu sekolah.
Namun, saya tetap
terkesan pada ide cerita yang luar biasa, juga pada para pemain yang hampir
semuanya memiliki latar belakang pendidikan. Mereka bukanlah aktor atau aktris
terkenal, tapi mereka adalah guru dan kepala sekolah. Sebagian bahkan pernah
menjadi guru teladan kota Solo.
Dalam 1 jam 25 menit,
SEKOLAHKU, RUMAHKU akan sangat menggugah kita untuk tetap bisa memulai
perubahan dengan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan saat ini. Jangan hanya
menunggu dan berharap. Karena siapa pun kita, kita memiliki peran sangat
penting dalam pendidikan.
A. Tentang Sekolah
SMPN 1 Sui Raya terletak di jalan adisucipto km12,1.Sekolah ini dipimpin oleh seseorang yang bijak dan tegas yaitu Drs.Selamet Riyadi M.pd .Guru-guru yang bertugas di sekolah ini bisa dibilang guru yang sangat professional,karena sekolah ini merupakan sekolah percontohan di kubu raya.Smpn 1 sui raya memiliki fasilitas yang sangat lengkap guna untuk mendukung kegaiatan belajar dan mengajar,
B. TENTANG SISWA
Siswa yang bersekolah di smpn 1 sui raya terbilang cukup baik budi dan pekertinya,walaupun sedikit ada siswa yang berprilaku agak menyimpang, tetapi ini wajar, karena dalam masa pertumbuhan seseorang lebih bisa menerima dengan mudah suatu pergaulan,sekolah kami memiliki sekitar 320 siswa kelas Tiga 288 siswa kelas Dua dan 320 siswa kelas satu
C.TENTANG GURU
Guru yang bertugas di smpn 1 merupakan guru yang professional,tidak kenal menyerah untuk mengajarkan siswanya,memiliki kulitas mengajar yang tinggi, karena smpn 1 sui raya merupan sekolah percontohan di kubu raya,sehingga guru yang bertugas di sekolah kami bukan guru biasa.Sehingga berimbas kepada siswa agar siswa tersebut menjadi lebih baik dan pintar.
D.Tentang Kepala Sekolah
Sekolah kami juga memiliki pemimpin yang berkompeten,berintelejen,bijak,serta tegas.
pemimpin itu bernama Bpk. Drs. Selamet Riyadi M.pd, Menurut kami ia adalah kepala sekolah yang baik dan memiliki wibawa yang sangat terpancar.Sehingga ia menjadi orang yang sangat di hormati di sekolah ini.
E.Prestasi
prestasi yang sekolah kami dapatkan sangat beragam mulai dari kemenagan atas ekstrakulikuler,penghargaan,beasiswa dan masih banyak lagi. ekstrakulikuler di sekolah kami memiliki citra di dalam maupun di luar sekolah dan sangat diperhitungkan,karena sering menyandang juara dalam ajang perlombaan di tingkat apapun.
Berikut adalah gambar piala penghargaan dari berbagai ajang:

A. Tentang Sekolah
SMPN 1 Sui Raya terletak di jalan adisucipto km12,1.Sekolah ini dipimpin oleh seseorang yang bijak dan tegas yaitu Drs.Selamet Riyadi M.pd .Guru-guru yang bertugas di sekolah ini bisa dibilang guru yang sangat professional,karena sekolah ini merupakan sekolah percontohan di kubu raya.Smpn 1 sui raya memiliki fasilitas yang sangat lengkap guna untuk mendukung kegaiatan belajar dan mengajar,
B. TENTANG SISWA
Siswa yang bersekolah di smpn 1 sui raya terbilang cukup baik budi dan pekertinya,walaupun sedikit ada siswa yang berprilaku agak menyimpang, tetapi ini wajar, karena dalam masa pertumbuhan seseorang lebih bisa menerima dengan mudah suatu pergaulan,sekolah kami memiliki sekitar 320 siswa kelas Tiga 288 siswa kelas Dua dan 320 siswa kelas satu
C.TENTANG GURU
Guru yang bertugas di smpn 1 merupakan guru yang professional,tidak kenal menyerah untuk mengajarkan siswanya,memiliki kulitas mengajar yang tinggi, karena smpn 1 sui raya merupan sekolah percontohan di kubu raya,sehingga guru yang bertugas di sekolah kami bukan guru biasa.Sehingga berimbas kepada siswa agar siswa tersebut menjadi lebih baik dan pintar.
D.Tentang Kepala Sekolah
Sekolah kami juga memiliki pemimpin yang berkompeten,berintelejen,bijak,serta tegas.
pemimpin itu bernama Bpk. Drs. Selamet Riyadi M.pd, Menurut kami ia adalah kepala sekolah yang baik dan memiliki wibawa yang sangat terpancar.Sehingga ia menjadi orang yang sangat di hormati di sekolah ini.
E.Prestasi
prestasi yang sekolah kami dapatkan sangat beragam mulai dari kemenagan atas ekstrakulikuler,penghargaan,beasiswa dan masih banyak lagi. ekstrakulikuler di sekolah kami memiliki citra di dalam maupun di luar sekolah dan sangat diperhitungkan,karena sering menyandang juara dalam ajang perlombaan di tingkat apapun.
Berikut adalah gambar piala penghargaan dari berbagai ajang:

saran saya untuk memajukan sekolah ini adalah dengan menyadarkan siswa akan pentingnya menjaga kebersihan,karena di sekolah ini masih terdapat sampah walau hanya sedikit tetapi ini sangan mengganggu.sehingga mempengaruhi kegiatan penghuni atau warga sekolah.

.jpg)







